Ujian Praktek Kelas 6 : MEMBUAT BATIK ECO PRINT
Mengenal Batik Eco Print: Seni Ramah Lingkungan dari Alam Sekitar
Di tengah meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, berbagai inovasi kreatif terus dikembangkan, termasuk dalam dunia batik. Salah satu teknik yang kini semakin populer adalah batik eco print, yaitu teknik membatik dengan memanfaatkan daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya sebagai bahan utama pencetak motif.
Batik eco print bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Teknik ini tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, melainkan memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan dan proses pencetakan yang ramah lingkungan.
Proses Pembuatan Batik Eco Print
Proses pembuatan batik eco print cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk siswa sekolah. Berikut langkah-langkah umumnya:
-
Menyiapkan Kain
Kain yang digunakan biasanya berbahan serat alami seperti katun atau sutra agar warna mudah meresap. Kain dicuci bersih dan direbus dengan larutan tawas sebagai mordant (pengikat warna alami). -
Mengumpulkan Daun dan Bunga
Daun dan bunga dengan pigmen warna kuat seperti jati, jarak, rambutan, atau bunga kertas dikumpulkan. Setiap jenis tumbuhan akan memberikan hasil motif dan warna yang berbeda. -
Menyusun Motif
Daun dan bunga disusun di atas kain sesuai dengan pola yang diinginkan. Penempatan yang kreatif akan menghasilkan motif yang unik. -
Membungkus dan Mengukus
Kain digulung atau dilipat, lalu dibungkus rapat dan dikukus selama 1–2 jam. Proses ini membuat warna dan bentuk daun berpindah ke kain. -
Menjemur dan Menyetrika
Setelah dikukus, kain dibuka dan dijemur hingga kering. Warna dan motif alami akan tampak jelas. Terakhir, kain disetrika agar lebih awet.
Manfaat dan Nilai Edukatif
Kegiatan membuat batik eco print tidak hanya menghasilkan karya seni yang indah, tetapi juga mengajarkan banyak hal, seperti:
-
Kepedulian terhadap lingkungan
-
Pemanfaatan bahan alami di sekitar
-
Pengembangan kreativitas dan apresiasi seni
-
Pembelajaran lintas bidang (IPA, seni budaya, prakarya)